40 Desa di Bima Berisiko Kekeringan, BPBD dan OPD Siapkan Langkah Darurat


BIMA, NTB.- Kabupaten Bima menghadapi ancaman kekeringan yang cukup serius memasuki musim kemarau 2026. Diperkuat fenomena El Niño, potensi bencana kekeringan diperkirakan melanda 40 desa yang tersebar di 13 kecamatan, dengan estimasi populasi terdampak mencapai 8.665 kepala keluarga atau 27.343 jiwa.


Data tersebut diungkapkan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima. Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bima melalui BPBD segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kamis (6/8) di Ruang Rapat BPBD.


Rakor dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si, didampingi Plt. Sekretaris BPBD Hardiansyah, S.ST., M.Eng dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, M. Nurul Huda, ST., MT. Forum ini membahas database bencana, dampak kekeringan, hingga rencana kebutuhan darurat.


Agus Salim menekankan pentingnya langkah cepat, sigap, dan kolaboratif dari seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat desa.


“Kami meminta seluruh kepala desa untuk mengimbau masyarakat serta menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kabupaten Bima. Pastikan kebutuhan masyarakat kita terpenuhi dan dilayani dengan baik terkait masalah kekeringan dan lahan kering ini. Selain itu, segera bentuk tim khusus agar kita bisa menyelesaikan permasalahan ini secara terpadu dan tuntas,” tegasnya.


Sebagai respons awal, BPBD bersama pihak terkait telah mengirimkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak. Rakor juga menyepakati sejumlah poin strategis beserta pembagian peran antar Perangkat Daerah guna mengantisipasi dampak kekeringan yang berpotensi semakin memburuk.


Pemerintah Kabupaten Bima mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan menghemat air secara bijak. Bagi petani, disarankan menyesuaikan jadwal tanam dan beralih menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama